Advertisement

TRANSLATE BAHASAMU...

Sistem Pemasaran

Kamis, 09 Desember 2010 , Posted by afri yudha pratama at 02.53


Sistem informasi pemasaran merupakan hal yang penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan dalam transaksi jual beli. Oleh sebab itu, penyampaian informasi pasar yang cepat dan tepat akan membantu dalam memperkirakan peluang usahanya sehingga mereka mampu mengantisipasi setiap perkembangan dan peluang pasar secara dini.
Peluang-peluang yang muncul akibat globalisasi harus didukung oleh sistem informasi pasar global yang handal sebagai landasan bagi market intelligence di masa depan. Usaha yang harus diantisipasi adalah bagaimana memperoleh berbagai macam informasi pasar yang dipergunakan untuk menyiasati pesaing- pesaing dan penetrasi pasar (domestik dan internasional). Disamping itu, dengan informasi yang handal, kita dapat mengatasi berbagai kelemahan di bidang agribisnis seperti jalur tata niaga (distribusi) yang panjang, struktur pasar bersaing tidak sempurna dan posisi rebut tawar petani yang lemah.

Untuk memperoleh data/informasi yang dipergunakan sebagai bahan penyiasatan pasar diperlukan suatu sistem informasi pasar yang dapat mengakses ke penyedia informasi (information provider) secara global, akurat dan tepat waktu. Untuk bisa akses ke jaringan informasi pasar global diperlukan sistem informasi yaitu salah satunya dengan penggunaan jaringan internet.

Dengan membangun sistem informasi pasar, maka kita tidak hanya mampu menyiasati dan mengikuti perkembangan pasar dunia, melainkan juga untuk menyebarluaskan potensi pengembangan dan mempromosikan agribisnis di daerah sekaligus untuk menarik investor asing datang ke Indonesia khususnya dalam pengembangan agribisnis di daerah. Oleh karena itu, dalam rangka mengantisipasi permintaan dan perubahan pasar, perlu penguasaan sistem informasi pasar yang handal oleh seluruh pelaku yang terlibat dalam kegiatan/usaha.
Sistem informasi pemasaran (SIPEM) atau marketing Informasi system (MKTIS) merupakan sistem informasi yang diterapkan di fungsi pemasaran. SIPEM mempunyai enam komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum yaitu komponen– komponen input, model, output, basis data, teknologi dan kontrol. Perbedaan komponen– komponen ini antar sistem– sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem– sistem informasinya. Misalnya untuk SIPEM ini, maka komponen inputnya adalah input tentang data pemasaran, modelnya berupa model pemasaran, basis datanya merupakan basis data pemasaran dan outputnya adalah laporan– laporan berisi informasi pemasaran. Komponen teknologi dan kontrol lebih bersifat umum.

Fungsi bisnis dalam pemasaran menitikberatkan pada perencanaan, promosi, penjualan produk, pengembangan pasar, dan pengembangan produk baru guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Dengan demikian pemasaran dianggap sebagai fungsi penting dalam operasi bisnis suatu perusahaan.

Manajemen Penjualan
Sistem ini menyediakan informasi untuk membantu manajer pemasaran dalam merencanakan dan memonitor kegiatan penjualan perusahaan. Sistem ini juga menghasilkan laporan analisa penjualan yang digunakan untuk menganalisa penjualan berdasarkan produk, lini produksi, pelanggan, tipe pelanggan, tenaga pemasaran, dan daerah pemasaran.

Manajemen Produksi
Manajemen produksi membutuhkan informasi untuk merencanakan dan mengendalikan spesifikasi produk, lini produksi dan merk. Sistem berbasis komputer digunakan untuk mengevaluasi aliran produksi dan kemungkinan keberhasilan dari produk yang dihasilkan.

Promosi

Manajer pemasaran membutuhkan informasi untuk membantu pencapaian penjualan yang obyektif dengan biaya promosi yang serendah mungkin. Komputer menggunakan informasi riset pasar dan model promosi untuk membantu (1) memilih metode dan media promosi, (2) mengalokasikan sumber keuangan, dan (3) mengendalikan dan mengevaluasi hasil penjualan.

KOMPONEN OUTPUT PEMASARAN
Lima kelompok informasi umumnya dibutuhkan oleh manajemen di fungsi pemasaran. Kelima kelompok output ini dikenal dengan istilah 4P dan 1 integration Mix. Keempat P adalah product (produk), place (tempat), promotion (promosi) dan price (harga). Sistem Informasi pemasaran menghasilkan kelima macam kelompok output ini untuk mendukung semua tngkatan manajemen pemasaran. Output tentang product (produk) berhubungan dengan informasi tentang produk yang dijual oleh perusahaan sekaligus produk– produk pesaing dan produk masa depan. Output tentang tempat (place) berhubungan dengan informasi tentang jaringan distribusi pemasarannya. Output tentang promosi (promotion) merupakan kegiatan pengiklanan produk. Output tentang harga (price) merupakan informasi yang berguna bagi manajer untuk menentukan dan menganalisis harga dari produk. Output gabungan integrasi (integration mix) berguna bagi manajer untuk membuat strategi yang menghubungkan keempat aspek pemasaran tersebut (misalnya informasi tentang peramalan penjualan membutuhkan informasi produk, tempat, promosi dan harga prakiraannya).

Informasi dari sistem informasi pemasaran digunakan oleh manajer– manajer semua tingkatan. Manajer atas menggunakan informasi 4P dan 1 Mix untuk perencanaan, misalnya perrencanaan produk, penentuan harga, perencanaan riset pemasaran, perencanaan kanal distribusai dan lain sebagainya. Manajer menengah pemasaran membutuhkan informasi ini untuk pengendalian pemasaran dan penjualan, misalnya untuk pengendalian, analisis pangsa pasar, analisis distribusi dan lainsebagainya. Informasi pemasran di level bawah digunakan untuk melakukan operasi penjualan dan pengendalian operasinya, misalnya untuk pengontrolan back order, unutk menagih kepada pelanggan, memberitahukan kepada pealnggan tentang pesanannya, mengontrol penjualan berdasarkan tempat, barang dan salesmanya.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar